Tambang Pasir Besi PT.MPU diamuk Massa (Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara)

Jum’at, 02 November 2012 , 12:20:00
Tambang Pasir Besi Boltim Diamuk Massa
Warga Asing Jadi Korban

TINGGAL PUING: Sisa-sisa kantor dan mess PT MPU setelah dibakar massa, kemarin
BOLTIM— Ratusan massa asal Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolmong Timur tak bisa kendalikan emosinya. Massa yang sudah kalap, tega membakar fasilitas publik, seperti mess karyawan, kantor dan kendaraan dinas milik PT Meyta Perkasa Utama (MPU), investor tambang pasir besi di Kotabunan, Kamis (1/11) sekira pukul 03.00 Wita. Hampir semua fasilitas yang dibakar tinggal puing-puing. Api baru bisa dipadamkan, sekira pukul 04.00 Wita.

Informasi didapat, penyulut kemarahan massa yang menetap di sekitar lokasi tambang pasir besi ini, hanyalah karena sebuah spanduk. Seorang petugas keamanan (security) PT MPU bernama Arifin, tanpa permisi menanggalkan spanduk bertuliskan ‘MPU Malapetaka Bagi Boltim’ yang dipasang warga di jalan masuk menuju lokasi pertambangan pasir besi.

Pencopotan itu rupanya membuat warga tersinggung. Sempat terjadi adu mulut antara warga dan security. Malah, saat itu nyaris kontak pisik dengan beberapa warga. Dari sanalah, informasi dari mulut ke mulut yang sudah bias. Dan beberapa jam kemudian, dari arah rumah ibadah terdengar pengumuman melalui toa rumah ibadah.

Warga pun bak terkoordinir matang, langsung berkumpul kemudian bergerak dari kampung (Desa Paret, red) menuju lokasi PT MPU, sembari membawa berbagai peralatan dan senjata tajam. Pria dan wanita, membabi buta menghancurkan dan membakar semua barang milik PT MPU. Bahkan, beberapa karyawan, terutama berkebangsaan asing, dikejar dan dihajar.

“Ini cuma gara-gara spanduk,” ujar beberapa warga. “Torang (Kami, red) tersinggung dengan perlakuan mereka. Apalagi kami sudah menolak keberadaan mereka sejak lama,” sambung warga, kompak. Saat massa tiba di lokasi perkantoran, tiba-tiba api terlihat menyala sekira pukul 00.30. kantor, tempat tinggal (mess), empat unit mobil dibakar.

Kobaran api makin membesar setelah suara ledakan akibat tabung gas dan suara mobil meledak. Kobaran api hingga pukul 04.00 dini hari masih berkobar. Tidak hanya itu, meski belum diketahui pasti berapa jumlah korban dari pihak PT MPU, namun terinformasi enam orang warga negara asing (WNA) menjadi korban. Dua korban WNA dirujuk ke Rumah Sakit Kandou, Manado, karena mengalami patah kaki dan tulang rusuk. Kedua korban itu, yakni Yip Chuen Cun (39) dan Beni Lin (41), keduanya berkebangsaan Cina.

“Kami belum tahu pasti jumlah korban. Namun, dua orang sempat dibawa ke RS Kandou. Empat korban lainnya dirawat di Puskesmas Kotabunan. Api membesar sekira pukul 02.00. Disertai bunyi ledakan. Memang ada sejumlah karyawan asing mengalami patah rusuk dan patah kaki saat melarikan diri menghindari amukan massa,” kata Humas PT MPU Dedi Ginoga.

Sejak kejadian pukul 00.30, aparat keamanan Polres Bolmong, Brimob dan TNI baru tiba di lokasi PT MPU sekira pukul 02.00. Aparat langsung menetralisir keadaan dengan memukul mundur warga. Namun, emosi warga terus menyala. Warga memilih bertahan tidak jauh dari lokasi.

Salah satu anggota DPR Boltim Sofian Alhabsyi, menilai persoalannya tidak sederhana karena spanduk. Informasi yang dia terima, menyebutkan warga emosi, sebab selain pimpinan perusahaan dengan arogansi melarang masyarakat memasang spanduk, juga memperlihatkan senjata tajam. “Warga emosi, karena ada oknum dari perusahaan perlihatkan senjata tajam saat melarang warga memasang spanduk,” ungkap Sofyan.

Kapolres Bolmong dikonfirmasi melalui Kapolsek Urban Kotabunan Kompol Hamdi Lobangon, mengaku pihaknya saat ini sudah berhasil menetralisir keadaan, terutama di lokasi PT MPU. “Hanya saja, kami tetap masih berjaga-jaga untuk mencegah kejadian susulan. Ini yang utama, mengingat banyak juga warga Boltim yang menjadi karyawan PT MPU. Soal penindakan, itu nanti setelah situasi kondusif,” ujarnya.

Terkait penyebab kerusuhan, Hamdi mengaku sudah menerima informasi. Dugaan sementara, akibat sikap perusahaan yang menyikapi aksi warga yang memasang spanduk. “Soal korban masih diidentifikasi. Kami belum mengetahui pasti berapa banyak korban, warga asing atau bukan,” pungkas Lobangon.
Terpisah, Bupati Boltim Sehan Landjar saat turun ke lokasi mengaku kaget.

Dia terkejut kawasan hutan mangrove sudah dibabat. Sehan pun mengeluarkan pernyatan tegas menutup operasi tambang untuk sementara. “Saya akan menutup aktivitas perusahaan, sebab sudah melanggar undang-undang. Karena izinnya belum ada tetapi,” kata Sehan, sembari meminta, warga menahan diri. Jangan semena-mena mengambil tindakan, biarkan pemerintah daerah yang akan menyelesaikan persoalan ini.

Hingga berita ini diturunkan, PT MPU belum memberikan pernyataan resmi atas persoalan yang dihadapi, termasuk kerugian yang dialami perusahaan akibat aksi massa tersebut.

Polda Turunkan 1 Peleton Brimob
BEBERAPA jam setelah peristiwa, Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy langsung menginstruksikan aparat Polda ke lokasi kejadian. Polda Sulut menurunkan satu peleton Brimob. Menurut Atotoy langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi terjadinya kasus lebih besar. Kami telah memasang garis polisi untuk warga tidak boleh memasuki wilayah tambang,” tegas Atotoy.(cw-06/fir)

Sumber: http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=117184

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s